New Project

July 22nd, 2008 by imo98

Images
Sejenak terhenyak melihat kalender
usang di meja kamarku, Juli 2008. Terasa baru kemarin merayakan tahun
baru..sekarang sudah melewati seperdua tahun 2008. Halaman rumah yang
penuh pepohonan mengingatkan kembali masa-masa saat kecil dulu,
pernahku ditolong oleh ketinggian pohon jambu itu saatku hampir
diterkam kucing kelaparan dua puluh tahun yang silam, juga lapangan
badminton depan rumah yang membuatku sempat mewakili kejuaraan
badminton tingkat SD se-Makassar. Kualifikasinya saat itu bukan karena
siapa yang jago maen. Tapi berhubung kejuaraan badmintonnya tinggal
sehari, jadi guru menanyakan siapa yang bisa mewakili lomba badminton tsb?. Maka
serempaklah seruangan menyuarakan suara bulatnya "imraaaan paak", mereka
kompak memilihku karena depan rumahku ada lapangan badminton, dan yang tinggal dekat lapangan badminton pasti jago maen badminton, alasan
yang sangat sederhana. Menyesal saat itu mengapa lapangan badminton itu kusia-siakan, setiap hari ke lapangan tersebut hanya untuk memunguti  bulu ato cook, ada kepuasan tersendiri setelah melem kembali bulu-bulu yang sudah rusak dan menggosok kepalanya dengan air sehingga tampak baru kembali lalu kumasukkan ke dalam tempatnya yang silinder, besoknya kutawarkan lagi ke bapak-bapak yang mau main badminton. Puas melihat hasil kreativitasku di pake oleh orang lain walau tidak bertahan lama. Hasil pertandingan badminton SD esok harinya pun dapat ditebak cuma sampai
babak kualifikasi.

Sesaat masih seperti kemarin, baru saja kutuliskan dalam diari tahun
2004 ku. Cita-citaku yang ingin kuwujudkan adalah keluar dari daerah
kecamatan yang selama 24 tahun tak pernah kutinggalkan sehari pun.
Rumah dan sekolahku dari TK SD SMP SMU bahkan kuliah pun di kecamatan
yang sama. Dengan afirmasi yang kuat mungkin alam bosan merespon
kilatan-kilatan impianku. Pada penghujung tahun 2005 kulaju speda
motorku bersama rintik hujan dan seorang teman kuliah menuju bandara.
Temanku akan berangkat ke jakarta untuk mengikuti Tes masuk Badan
Meteorologi dan Geofisika, iriku dan bangga dalam hati memiliki teman
yang punya semangat seperti arai dan ikal. Sesak dada ini ingin melepas
kepergian temanku itu, ke kota yang juga impianku dari kecil yang hanya
bisa ku nonton di tv.

Pilihanku saat itu adalah ingin melanjutkan S2 di
universitas yang juga masih di tamalanrea, atau merantau ke luar
sulawesi, walau bukan tuk sekolah hanya pelampiasan cita2 kecilku,
hanya ingin keluar dari rutinitasku yang bagai dalam tempurung
tamalanrea.

Tibalah saat berpamitan, namun seorang temanku yang juga akan berangkat
ikut ujian ke jakarta belum juga datang, padahal semua boarding pass
telah diambil, yang artinya tiket tidak bisa dibatalkan lagi, kata calo
penjual tiket yang perawakannya agak tinggi dan agak sedikit garang,
mungkin takut kalau temanku yang memesan lewat telpon itu tidak jadi
berangkat, jadi dipasanglah muka garanknya agar kami terus menghubungi
teman kami yang belum juga terlihat tanda-tanda akan datang di bandara
ini. Kulirik jam dinding bandara, lima menit lagi pesawat boarding.
Empat menit..tiga menit, detik-detik sebelum pemberangkatan yang takkan
mungkin kulupakan. Temanku yang satu itu masih tidak menampakkan
tanda-tanda kedatangannya ke bandara. read more…

my blog

January 15th, 2007 by imo98

kunjungi aku di blogku yg ini yah..

http://imoxblog.blogspot.com/